Bijak karena Mendengar, Membaca, dan Menulis.

Kamis, 18 Agustus 2016

Merdekalah Indonesia-Ku.

Logo HUT Republik Indonesia Ke-71
Kemerdekaan tentu banyak sekali definisinya, merujuk pada KBBI kata merdeka berarti bebas, berdiri sendiri, tidak bergantung kepada orang atau pihak tertentu, lalu kemudian kata merdeka diimbuhi dengan ke-an menjadi kemerdekaan yang artinya keadaan (hal) berdiri sendiri (bebas, lepas, tidak terjajah lagi), jika ditelisik lebih jauh makna kata merdeka adalah sebuah kebebasan untuk mengatur segala sesuatu hal tanpa saling menindas dan tanpa saling ketergantungan.

Berbicara tentang kemerdekaan Indonesia, negara yang memproklamirkan diri merdeka tanggal 17 agustus 1945 silam masihlah sangat jauh dari kata merdeka yang kita coba definisikan diawal tadi, Indonesia dengan keragaman sumber daya manusia, berlimpahnya sumber daya alam masih saja belum mampu untuk memerdekakan diri sendiri. 


Barangkali kemerdekaan tahun 1945 hanya kemerdekaan bersifat terlepas dari ancaman penjajahan fisik namun kini penjajahan telah berkamuflase menjadi penjajahan non fisik, salah satu contoh penjajahan adalah perang asimetris, yang dulunya perang menggunakan kontak fisik bisa menggunakan senjata namun kini perang asimetris melalui pemikiran, berikut definisinya, Perang asimetris adalah suatu model peperangan yang dikembangkan dari cara berpikir yang tidak lazim, dan di luar aturan peperangan yang berlaku, dengan spektrum perang yang sangat luas dan mencakup aspek-aspek astagatra (perpaduan antara trigatra: geografi, demografi, dan sumber daya alam/SDA; dan pancagatra: ideologi, politik, ekonomi, sosial, dan budaya), penjajahan dalam metode perang ini sangat berbahaya.

Bisa kita lihat sekarang perang ini sedang berlangsung di Indonesia, sebutlah china kini menjadi actor utama dalam peperangan model ini, mereka menggunakan Turnkey Project Management sebagai alat untuk menjajah Indonesia, dimana TPM adalah sebuah model "investasi asing" yang ditawarkan dan disyaratkan oleh China kepada negara peminta dengan “sistem satu paket,” artinya: Mulai dari top management, pendanaan, materiil dan mesin, tenaga ahli, bahkan metode dan tenaga (kuli) kasarnya di dropping dari China. Ini merupakan ancaman serius bagi kemerdekaan Indonesia, lama-kelamaan tidak ada lagi kedaulatan negara atas Indonesia menjadi kedaulatan yang diserahkan kepada kedaulatan korporasi.

Banyak tawaran solusi untuk memerdekakan negara ini, salah satunya mengutip dari Amien Rais yaitu dengan cara dekolonisasi mental dan membangun sistem sosial, ekonomi, dan politik yang mandiri, merdeka, dan berdaulat berdasarkan cita-cita negara Indonesia karena baginya tidak mungkin Indonesia memelihara kemerdekaan, kedaulatan, dan kemandiriannya apabila Indonesia tetap menjadi subordinat kepentingan kapitalis dunia.

Tentu kita sebagai rakyat Indonesia mempunyai cara masing-masing untuk memaknai kemerdekaan dan mempunyai cara masing-masing untuk menjaga, menjalankan dan mengabdi pada negeri ini, mengakhiri tulisan ini mengutip pidato Soekarno pada HUT Proklamasi Indonesia “Kita bangsa besar, bukan bangsa tempe. Kita tidak akan mengemis, kita tidak akan minta-minta, apalagi jika bantuan-bantuan itu diembel-embeli dengan syarat ini syarat itu! Lebih baik makan gaplek tetapi merdeka, daripada makan bistik tapi budak”, Jayalah Indonesiaku, Merdekalah dengan sebenar-benarnya merdeka.

Nuzulul Azmie
Mahasiswa Fisipol UMY

0 Saran Dan Kritik:

Posting Komentar

nuzululazmie. Diberdayakan oleh Blogger.

Cari Disini!

Popular Posts