![]() |
| Logo HUT Republik Indonesia Ke-71 |
Kemerdekaan
tentu banyak sekali definisinya, merujuk pada KBBI kata merdeka berarti bebas,
berdiri sendiri, tidak bergantung kepada orang atau pihak tertentu, lalu
kemudian kata merdeka diimbuhi dengan ke-an menjadi kemerdekaan yang artinya
keadaan (hal) berdiri sendiri (bebas, lepas, tidak terjajah lagi), jika
ditelisik lebih jauh makna kata merdeka adalah sebuah kebebasan untuk mengatur
segala sesuatu hal tanpa saling menindas dan tanpa saling ketergantungan.
Berbicara tentang kemerdekaan Indonesia, negara yang
memproklamirkan diri merdeka tanggal 17 agustus 1945 silam masihlah sangat jauh
dari kata merdeka yang kita coba definisikan diawal tadi, Indonesia dengan
keragaman sumber daya manusia, berlimpahnya sumber daya alam masih saja belum
mampu untuk memerdekakan diri sendiri.
Barangkali kemerdekaan tahun 1945 hanya
kemerdekaan bersifat terlepas dari ancaman penjajahan fisik namun kini
penjajahan telah berkamuflase menjadi penjajahan non fisik, salah satu contoh
penjajahan adalah perang asimetris, yang dulunya perang menggunakan kontak
fisik bisa menggunakan senjata namun kini perang asimetris melalui pemikiran,
berikut definisinya, Perang asimetris adalah suatu model peperangan yang dikembangkan
dari cara berpikir yang tidak lazim, dan di luar aturan peperangan yang
berlaku, dengan spektrum perang yang sangat luas dan mencakup aspek-aspek
astagatra (perpaduan antara trigatra: geografi, demografi, dan sumber daya
alam/SDA; dan pancagatra: ideologi, politik, ekonomi, sosial, dan budaya),
penjajahan dalam metode perang ini sangat berbahaya.
Bisa kita lihat sekarang perang ini sedang berlangsung di
Indonesia, sebutlah china kini menjadi actor utama dalam peperangan model ini,
mereka menggunakan Turnkey Project Management sebagai alat untuk menjajah
Indonesia, dimana TPM adalah sebuah
model "investasi asing" yang ditawarkan dan disyaratkan oleh China
kepada negara peminta dengan “sistem satu paket,” artinya: Mulai dari top
management, pendanaan, materiil dan mesin, tenaga ahli, bahkan metode dan
tenaga (kuli) kasarnya di dropping dari China. Ini merupakan ancaman serius
bagi kemerdekaan Indonesia, lama-kelamaan tidak ada lagi kedaulatan negara atas
Indonesia menjadi kedaulatan yang diserahkan kepada kedaulatan korporasi.
Banyak tawaran solusi
untuk memerdekakan negara ini, salah satunya mengutip dari Amien Rais yaitu
dengan cara dekolonisasi mental dan membangun sistem sosial, ekonomi, dan
politik yang mandiri, merdeka, dan berdaulat berdasarkan cita-cita negara
Indonesia karena baginya tidak mungkin Indonesia memelihara kemerdekaan,
kedaulatan, dan kemandiriannya apabila Indonesia tetap menjadi subordinat
kepentingan kapitalis dunia.
Tentu kita
sebagai rakyat Indonesia mempunyai cara masing-masing untuk memaknai
kemerdekaan dan mempunyai cara masing-masing untuk menjaga, menjalankan dan
mengabdi pada negeri ini, mengakhiri tulisan ini mengutip pidato Soekarno pada
HUT Proklamasi Indonesia “Kita bangsa besar, bukan bangsa tempe. Kita tidak
akan mengemis, kita tidak akan minta-minta, apalagi jika bantuan-bantuan itu
diembel-embeli dengan syarat ini syarat itu! Lebih baik makan gaplek tetapi
merdeka, daripada makan bistik tapi budak”, Jayalah Indonesiaku, Merdekalah
dengan sebenar-benarnya merdeka.
Nuzulul Azmie
Nuzulul Azmie
Mahasiswa
Fisipol UMY

0 Saran Dan Kritik:
Posting Komentar